KABAR KALBAR
Kurangi Beban Tol Kapuas I, Alihkan Rute
Selasa, 29/11/2011

Hamid: Konstruksi Baja Tetap Kena Fenomena Lelah Pontianak – Runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur yang banyak memakan korban harus disikapi secara serius oleh pemerintah. Fenomena itu bisa saja terjadi di Jembatan Kapuas I, apalagi diketahui kondisi Jembatan Kapuas I sudah mulai retak. “Perlu ada solusi untuk pengalihan rute, pengurangan beban pengguna tol hingga pembuatan Jembatan Kapuas III. Langkah ini sebagai antisipasi agar tak seperti jembatan di Kutai Kartanegara, baru-baru ini,” ungkap David Maryansyah SSos, Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Pontianak ditemui Equator, Senin (28/11). Untuk sementara waktu, kata Maryansyah, sambil menunggu realisasi pembangunan Kapuas III, bisa saja Pemkot mengalihkan pengendara pada jam-jam sibuk seperti pagi dan sore hari. “Untuk sementara waktu mungkin bisa dikeluarkan aturan pembatasan kendaraan yang melewati jembatan itu,” tambah Wakil Ketua Fraksi PDIP Kota Pontianak ini. Jika tidak, David khawatir kalau pemerintah lamban Jembatan Kapuas I di Pontianak bisa bernasib serupa. “Apalagi usianya sudah di atas 31 tahun sejak berdirinya tahun 1980,” tegasnya. Jadi, kata dia, sangat rawan ambruk. Semoga saja peristiwa itu tidak terjadi di Kalbar, namun ini sebagai solusi sekaligus antisipasi. Khusus pada saat kendaraan padat sangat mengkhawatirkan. Senada juga dikatakan Winda, warga Saigon Pontianak Timur. Menurutnya, tingkat kemacetan semakin bertambah dari tahun ke tahun. “Lima tahun lalu, hanya butuh waktu 30 menit untuk sampai atau pulang kerja ke kantor di Jalan Sultan Abdurrahman, sekarang sudah, satu jam atau bahkan lebih kalau terjebak macet,” kata ibu rumah tangga ini. Secara keseluruhan Jembatan Kapuas I memiliki panjang 420 meter, lebar jalur lintasan enam meter, ditambah 1,5 meter di sisi kiri dan kanan. Jalur kiri-kanan itu untuk motor dan sepeda. Ahli rekayasa struktur baja dari Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Pontianak Prof Abdul Hamid menyatakan, meskipun konstruksi Jembatan Kapuas I dari baja, tetapi punya fenomena lelah. Bisa saja tiba-tiba ambruk karena tidak mampu menahan beban. Ia menilai, langkah Pemkot Pontianak yang mengeluarkan larangan bagi kendaraan roda enam ke atas, terutama truk dan sejenisnya sudah tepat. “Jangan hanya memikirkan segelintir orang, tapi mengorbankan kepentingan orang banyak,” ungkap Hamid. Jembatan Kapuas I dibangun pada 1980 dan mulai difungsikan 1982 atau sudah berusia 31 tahun dari prediksi 50 tahun. Jembatan Kapuas I menggunakan struktur rangka baja Belanda tipe 60B, lantai dengan mutu beton K300, lebar jalur lintas 6 meter kelas B. Demikian juga dengan penuturan Agus Salim, Warga Pontianak Utara, walaupun sudah ada Jembatan Kapuas II dan ferry penyeberangan, sebagian besar arus lalu lintas masih melalui Jembatan Kapuas I. “Konkretnya adalah membangun jembatan Kapuas III ini sebagai solusi dan antisipasi,” ujar Agus. Sebelumnya Ketua DPD Real Estate Kalbar, Syukiranto menyambut baik wacana pembangunan Jembatan Tol Kapuas III menjadi solusi untuk mengurai kemacetan dan kesemrawutan pengguna jalan selama ini. Bahkan pihaknya sudah menggelar rapat untuk menyikapi persoalan itu. “Hasilnya kami mendukung wacana Pemkot untuk membangun jembatan Kapuas III,” kata Syukiranto dihubungi Equator. Mengenai lokasinya, kata Sukir, yakni di tempat menyandarnya feri. “Kita harus berani untuk membangun Kapuas III, kalau tidak habislah kita,” jelasnya. Sementara jembatan alternatif yang sudah dibangun yakni Jembatan Kapuas II dinilai kurang efektif. Selain terlalu jauh pengguna Tol II sangat minim. “Kami setuju dengan apa yang dilakukan Pemkot dengan mengalihkan beberapa kendaraan ke Tol II, namun itu kan tidak mengurangi kemacetan yang ada di Tol I,” ujar Syukir. Bahkan, kata dia, jika memang diperlukan pihaknya juga sudah siap dengan investor yang akan berinvestasi di Pontianak. “Kawan-kawan DPP sudah menyatakan kesiapannya untuk berinvestasi, jadi saya pikir tidak persoalan jika memang Pemkot menginginkannya,” terangnya lagi. (lil)

 


KABAR LAINNYA:






APLIKASI e-Gov
LPSE Prov. Kalbar
RUP Prov Kalbar
Direktori File Kalbar
Database Kalbar
e-Proc (Lelang Proyek)
SIMKUM
e-Document
Organisasi Prov Kalbar
Simbada Pemprov Kalbar
Mitigasi Bencana
Dokumentasi & Informasi Hukum

INFO PUBLIK

UMP/UMK Kalbar 2014

Pergub Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah

LPSE KALBAR

Transparansi Pengelolaan Anggaran Daerah

Kajian Ekonomi Regional (KER) Kalimantan Barat 2011

Data Trafficking Kalbar

Statistik Kalimantan Barat

LAYANAN PUBLIK

Forum Anak Kalbar

Forum Transparansi Kalbar