KABAR KALBAR
Terciptanya Keterpaduan Langkah Melalui Program-Program Pembangunan
Selasa, 06/03/2012

Klik untuk ukuran asli

Sambas - Keterlibatan masyarakat yang lebih luas didalam menyusun program pembangunan merupakan hal yang sangat penting karena selain untuk mengelola sumber-sumber daya, menjamin kualitas perencanaan dan untuk memperoleh dukungan dalam implementasi kebijakan dan program, juga diharapkan dapat melindungi masyarakat dari ekploitasi ekonomi, membatasi degradasi lingkungan serta memaksimalkan kesejahteraan yang berkelanjutan. Hal tersebut di sampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat Drs. M. Zeet Hamdy Assovie, MTM pada saat memberikan paparan pada Musrenbang RKPD Kabupaten Sambas. (6/3).
Lebih lanjut dalam sambutannya Drs. M. Zeet Hamdy Assovie, MTM mengatakan pertemuan atau forum ini dimaksudkan untuk merumuskan, menyusun dan menyepakati dokumen perencanaan pembangunan daerah tahunan yang dikenal dengan Rencana Kegiatan Pemerintah Daerah (RKPD). Endekatan Botton Up dalam proses perencanaan pembangunan. Proses penyusunan Rencana Penyusunan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) hendaknya mengakomodir aspirasi masyarakat sebagai bentuk implementasi perencanaan bottom up, masyarakat memiliki kesempatan yang besar untuk menyuarakan aspirasinya agar dapat diakomodasikan dalam penyusunan program serta kegiatan pembangunan.
Selain itu juga, diharapkan pula tercipta keterpaduan langkah melalui program-program pembangunan antar pemerintah Kabupaten dengan Provinsi serta Pemerintah Pusat dalam rangka mewujudkan kondisi yang lebih baik bagi daerah dan masyarakat Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Sambas. Beberapa target yang diharapkan dapat tercapai yang diharapkan dapat tercapai pada tahun 2013, yang merupakan tahun terakhir dari RPJMD Provinsi Kalimantan Barat 2008-1013 sebagaimana telah direvisi antara lain yaitu: pertumbuhan ekonomi diharapkan dapat mencapai 6%; angka kemiskinan dapat diturunkan hingga 8,23%; angka pengagguran juga diharapkan dapat turun menjadi 6,78%; serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 77,00.
Capaian kinerja sosial-ekonomi Kalimantan Barat pada tahun 2011, yaitu: pertumbuhan ekonomi mencapai 5,9%; angka kemiskinan dapat diturunkan menjadi 8,48%; angka pengagguran juga dapat diturun menjadi 3,88%; IPM Kalimantan Barat sebesar 69,15. ( data BPS 2010).
Sementara itu juga, pencapaian kinerja Kabupaten Sambas, dapat di sampaikan sebagai berikut: pertumbuhan ekonomi sebesar 5,88%; angka kemiskinan 10,08%; angka pengagguran 4,53% sedangkan IPM adalah 64,93 (Data BPS 2010), atau menduduki posisi terakhir dari 14 Kabupaten/kota. Kontribusi Kabupaten Sambas dalam menyumbang bagi pembentukan PDRB Kalimantan Barat sebesar 10,33%. Struktur ekonomi Kabupaten Sambas sendiri di dukung 3 sektor dominan yaitu Pertanian 42,32%, Perdagangan-Hotel-Restoran 29,38% dan industri 10,16%.
Dan harapkan kita bersama hendaknya kondisi seperti itu menjadi pemicu atau motivasi yang kuat untuk bangkit dan bekerja lebih keras lagi pada tahun ini dan tahun-tahun mendatang. Dan kita semua menyakini Pemerintah Kabupaten Sambas akan mampu memberikan pencapaian kinerja yang lebih baik.
Pencapaian beberapa target pembangunan Provinsi Kalimantan Barat akan tercapai dengan efektif apabila Kabupaten dan Kota bergerak selaras dan saling sinergi mencapai target sebagaimana di harapkan. Ungkap “ Drs. M. Zeet Hamdy Assovie, MTM”. (Rinto/Humas Prov).

 


KABAR LAINNYA:






APLIKASI e-Gov
LPSE Prov. Kalbar
Direktori File Kalbar
Database Kalbar
e-Proc (Lelang Proyek)
SIMKUM
e-Document
Organisasi Prov Kalbar
Simbada Pemprov Kalbar
Mitigasi Bencana
Dokumentasi & Informasi Hukum

INFO PUBLIK

Pergub Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah

LPSE KALBAR

Transparansi Pengelolaan Anggaran Daerah

Kajian Ekonomi Regional (KER) Kalimantan Barat 2011

Data Trafficking Kalbar

Statistik Kalimantan Barat

Info Bisnis Kalbar

LAYANAN PUBLIK

Forum Anak Kalbar

Forum Transparansi Kalbar