KABAR KALBAR
48 Miliar Bantuan Perikanan Dan Kelautan Untuk Kalbar
Jumat, 11/05/2012

Klik untuk ukuran asli

SUNGAI RENGAS—Kementerian Perikanan dan Kelautan memberikan bantuan sebesar kurang lebih Rp. 48 Miliar untuk seluruh Kalbar, termasuk Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kalbar. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi dan pengolahan sumber daya perikanan di Kalbar.
Hal itu diungkapkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C Sutardjo, pada kunjungan kerjanya di Stasiun Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Sungai Rengas, Kalimantan Barat, Jum’at (11/5).
Bantuan yang diberikan untuk Pemprov Kalbar sekitar Rp 19,6 Miliar antara lain hibah Kapal Inka Mina sebanyak 8 unit, apartemen ikan sebanyak 2 paket, dukungan biaya pendidikan anak pelaku utama sebanyak 76 orang, kartu nelayan sebanyak 3500 lembar, sehat nelayan sebanyak 375 paket, biaya penyelenggara pendidikan sebanyak 316 orang, PPTK sebanyak 28 orang, PNS sebanyak 99 orang, 1 paket peralatan sarana rantal dingin, pembangunan gedung dan peralatan cold storage sebanyak 1 paket, 1 paket pembangunan gedung dan sentra pengolahan, serta bangunan pemasaran dan perlengkapan untuk pemasaran ikan hias sebanyak 1 paket.
Kabupaten Kubu Raya mendapat bantuan berupa PUMP Perikanan tangkap sebanyak 10 paket dan 10 paket PUMPM Perikanan budidaya. Kabupaten Sambas mendapat bantuan 20 paket PUMP Perikanan Tangkap dan 8 paket PUMPM Perikanan Budidaya. Sementara Kabupaten Pontianak mendapat bantuan 20 paket PUMP Perikanan tangkap, 4 paket PUMPM Perikanan Budidaya, 14 paket PUMP P2HP, 1 paket peralatan sistem rantal dingin, 1 paket pembangunan pabrik es, 1 paket pembanguna cold storage dan PDPT KP3K.
Untuk Kabupaten Ketapang, bantuan yang diberikan berupa 25 paket PUMP Perikanan Tangkap dan pelatihan perawatan dan perbaikan mesin kapal perikanan untuk 30 orang. Selanjutnya, Kabupaten Bengkayang menerima bantuan 15 paket PUMP Perikanan Tangkap, 1 unit SPDN, pelatihan penangkapan ikan untuk 30 orang, dan 1 paket peralatan depo rumput laut.
Kabupaten Kayong Utara diberikan bantuan 14 paket PUMP Perikanan Tangkap dan 1 paket Depo rumput laut. Sedangkan Kota Pontianak menerima bantuan 8 paket PUMP Perikanan Tangkap, pelatihan pembuatan, pengoperasian dan perawatan alat tangkap sebanyak 30 orang serta 1 paket peralatan sarana pemasaran. Kota Singkawang mendaat bantuan berupa 14 paket PUMP Perikanan Tangkap. Sementara itu, Kabupaten Melawi memperoleh bantuan sebanyak 17 paket PUMP Perikanan Budidaya.
Kabupaten Sanggau mendapat bantuan 6 paket PUMP Perikanan Budidaya dan pelatihan budidaya perikanan untuk 30 orang. Selanjutnya, Kabupaten Sekadau memperoleh 4 paket PUMP perikanan budidaya. Sementara itu, Kabupaten Kapuas Hulu diberikan bantuan berupa 13 paket PUMP Perikanan Budidaya serta pelatihan budidaya perikanan untuk 30 orang. Untuk Kabupaten Sintang diberikan bantuan sebanyak 7 paket PUMP perikanan budidaya dan pelatihan penangkapan ikan untuk 30 orang.
Menyikapi banyaknya illegal fishing, khususnya di Kalbar, Sharif C Sutardjo menyatakan telah memerintahkan kepada Dirjen untuk menghentikan sementara pemberian izin kepada asosiasi kapal-kapal penangkap ikan asal Vietnam. Pasalnya, illegal fishing banyak dilakukan oleh Kapal Vietnam.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalbar, Drs Christiandy Sanjaya SE MM yang menyambut kedatangan Menteri Perikanan dan Kelautan, dalam sambutannya menyebutkan penangkapan kasus illegal fishing di Kalbar hingga Tahun 2011 sudah ditangkap sebanyak 164 unit kapal nelayan asing berikut ABK sebanyak 1.556 orang, yang terdiri dari 214 ABK berstatus yustisia dan 1.442 ABK berstatus non yustisia. Untuk menjaga wilayah perairan Kalbar dari praktik illegal fishing, Pemprov Kalbar melalui APBD 2011 telah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan 1 unit kapal pengawas perikanan.
Christiandy juga mengungkapkan prestasi sektor kelautan dan perikanan yang cukup membanggakan, terbukti dari hasil capaian produksi hasil budidaya maupun perikanan tangkap. Pada Tahun 2010, produksi perikanan budidaya menghasilkan 21.834,25 ton dan mengalami peningkatan produksi sebesar 55,16% pada Tahun 2011 sebesar 33.878,29 ton. Selanjutnya, volume ekspor perikanan meningkat dari 1.157,10 ton di tahun 2010 menjadi 1.437,28 ton di tahun 2011 atau meningkat 24,22%. Sedangkan jumlah konsumsi ikan meningkat 8,58% dari 27,49 kg/kapita/tahun menjadi 29,85 kg/kapita/tahun.
Wakil Gubernur juga mengemukakan permasalahan di sektor perikanan dan kelautan disamping maraknya illegal fishing. Permaalah tersebut antara lain Bahan Bakar Minyak bersubsidi terbatas bahkan pada waktu tertentu tidak tersedia. Akibatnya nelayan tidak dapat melaut. “Saya telah menyurati Sales Area Manager PT. Pertaminan (Persero) Kalbar untuk memberikan pelayanan secara optimal penyediaan BBM bersubsidi bagi nelayan,” tegas Christiandy.
Hadir pada acara tersebut Bupati Kabupaten Kubu Raya, Muda Mahendrawan; Bupati Kabupaten Sambas, dr Juliarti; Bupati Kabupaten Kayong Utara, Hildi Hamid; Bupati Kabupaten Sanggau, Setiman H Sudin; serta Anggota DPR RI Komisi IV Dapil Kalimantan Barat, Drs Sukiman.
Selain menyerahkan bantuan, Menteri Kelautan Perikanan juga meresmikan Kantor Koordinator Penyuluhan KP Regional Kalimantan, Kantor Stasiun Pengwasan PSDKP Pontianak serta melakukan peninjauan terhadap kapal tangkapan ikan ilegal. (vhe-HumasProv)


 


KABAR LAINNYA:






APLIKASI e-Gov
LPSE Prov. Kalbar
RUP Prov Kalbar
Database Kalbar
e-Proc (Lelang Proyek)
SIMKUM
e-Document
Organisasi Prov Kalbar
Mitigasi Bencana
Dokumentasi & Informasi Hukum

INFO PUBLIK

LAKIP Pemprov 2013

UMP/UMK Kalbar 2014

Pergub Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah

LPSE KALBAR

Transparansi Pengelolaan Anggaran Daerah (TPAD)

Kajian Ekonomi Regional (KER) Kalimantan Barat 2011

Data Trafficking Kalbar

Statistik Kalimantan Barat