KABAR KALBAR
Kubu Raya: Menuju Kabupaten Sehat Jiwa
Selasa, 19/06/2012

Klik untuk ukuran asli

KUBU RAYA- Sebanyak 32 orang petugas kesehatan dari 17 Puskesmas Kubu Raya sukses mengikuti pelatihan penanganan gangguan jiwa berbasis masyarakat yang berlangsung selama tiga hari, 5-7 Juni di Hotel Dangau Kubu Raya.
Acara dibuka oleh yang mewakili kadis Kesehatan Prov Kalbar, Drg. Hary Agung Tjahyadi, M.Kes, Kasi Bimbingan Pengendalian Kesehatan Khusus dan Bencana Dinkes Prov Kalbar. Dikatakan, Acara ini sangat penting karena dapat meningkatkan kemampuan petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa di masyarakat. Hal ini mengingat sebagian besar kasus gangguan jiwa masih berada di masyarakat, belum mendapat pelayanan yang memadai. Sebagaimana diketahui, estimasi jumlah penderita gangguan jiwa di Kalbar menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 adalah 0,15 dari total penduduk dewasa, atau lebih dari 4500 orang. Jumlah tersebut tidak sebanding dengan daya tampung RS yang merawat pasien gangguan jiwa, yakni di RSJ Singkawang dan RSK Pontianak, yang memiliki kapasitas rawat inap tidak lebih dari 500 tempat tidur atau hanya 11% dari total estimasi penderita.
Oleh karenanya kemampuan petugas Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat perlu ditingkatkan dan dibekali dengan pengethuan dan keterampilan dalam hal kesehatan jiwa.
Kubu Raya, masih menurut beliau, adalah salah satu kabupaten di Kalbar yang interest terhadap program kesehatan jiwa. Berbagai kegiatan telah dilakukan, seperti aktif dalam Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM), Pelatihan Penanganan Gangguan Mental Emosional pada Balita, dan kini Pelatihan Penanganan gangguan Jiwa Berbasis Masyarakat.
Mahyudin, SKM, M.Kes sebagai perwakilan dari Dinas Kesehatan Kubu Raya, mengatakan, berbagai kegiatan yang dilakukan untuk membekali petugas kesehatan di Kabupaten Kubu Raya diharapkan menjadi motivasi untuk mewujudkan Kubu Raya sebagai kabupaten sehat jiwa. Hal ini bisa terwujud dengan memberikan pelayanan terbaik terhadap penderita gangguan jiwa di KKR. Saat ini, estimasi penderita gangguan jiwa di KKR, menurut Riskesdas 2007 mencapai lebih dari 500 orang. Sementara yang melakukan kunjungan pengobatan rawat inap ke RS Khusus, sebagaimana yang disampaikan oleh narasumber dari RS Khusus, Uray Helwan, sebanyak 132 kasus tahun 2010 dan meningkat menjadi 159 kasus di tahun 2011.
Nara sumber lainnya berasal dari IPKJI (Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia) Kalbar, RS Khusus Prov Kalbar dan STIKES Yarsi Pontianak.
Kegiatan diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta. Ketika diberi kesempatan berinteraksi dengan penderita gangguan jiwa di RS Khusus, meskipun pada mulanya peserta nampak cemas, namun ternyata setelah mereka berkomunikasi terlihat semangat, bahkan merasa waktu yang diberikan sangat singkat. Alfiyan, peserta dari Puskesmas Padang Tikar, mengatakan bahwa ada tambahan ilmu ketika berinteraksi dengan penderita gangguan jiwa, ternyata dibutuhkan kesabaran, keikhlasan dan seni tersendiri untuk memberikan pelayanan kesehatan jiwa terhadap mereka.
Reward diberikan kepada peserta terbaik yakni Sriyanto Hadi Hadi Saputra peserta dari Puskesmas Sui Durian. Diakhir acara, para peserta berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kesehatan jiwa di masyarakat. Bahkan ada sebagian peserta yang berkeinginan untuk menjadikan Puskesmas percontohan dalam hal Pelayanan Kesehatan Jiwa di KKR. (URAY HELWAN, SKM, M.Kes & M.FACHMI, SKM/ HUMAS RSK)

 


KABAR LAINNYA:






APLIKASI e-Gov
LPSE Prov. Kalbar
Direktori File Kalbar
Database Kalbar
e-Proc (Lelang Proyek)
SIMKUM
e-Document
Organisasi Prov Kalbar
Simbada Pemprov Kalbar
Mitigasi Bencana
Dokumentasi & Informasi Hukum

INFO PUBLIK

Pergub Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah

LPSE KALBAR

Transparansi Pengelolaan Anggaran Daerah

Kajian Ekonomi Regional (KER) Kalimantan Barat 2011

Data Trafficking Kalbar

Statistik Kalimantan Barat

Info Bisnis Kalbar

LAYANAN PUBLIK

Forum Anak Kalbar

Forum Transparansi Kalbar