KABAR KALBAR
PERTEMUAN KOORDINASI DAN EVALUASI PERSIAPAN PENCAPAIAN PRODUKSI TANAMAN PANGAN TAHUN 2012-2014
Jumat, 28/09/2012

Klik untuk ukuran asli

PONTIANAK-Pertemuan Koordinasi Dan Evaluasi Persiapan Pencapaian Produksi Tanaman Pangan Tahun 2012-2014 bertujuan untuk menyatukan visi dan misi agar pencapaian produksi dan produktivitas tanaman pangan di Prov.Kalimantan Barat dapat tercapai. Untuk itu Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura mengundang Kepala Dinas Pertanian Kab/Kota se Kalimantan Barat di Hotel Gajahmada Pontianak. Pertemuan tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Bina Produksi Tanaman Pangan (Herdawati,SP) mewakili Kepala Dinas.


Dari hasil Pertemuan Koordinasi Dan Evaluasi Persiapan Pencapaian Produksi Tanaman Pangan Tahun 2012-2014 diperoleh beberapa rumusan sebagai berikut:
1.Produksi padi berdasarkan Aram I 2012 diperkirakan meningkat 3,12% dibandingkan ATAP tahun 2011, produksi jagung meningkat 5,57% dan produksi kedelai meningkat 2,17% dibandingkan ATAP 2011.
2.Meskipun produksi padi, jagung dan kedelai berdasarkan Aram I 2012 meningkat dibanding tahun 2011, tetapi pencapaian produksi komoditas tersebut masih dibawah angka sasaran tahun 2012 yang terdiri dari padi sebesar 1.458.291 ton GKG, jagung 200.000 ton PK dan kedelai 3.750 ton BK.
3.Salah satu upaya untuk mencapai sasaran produksi tersebut diatas adalah melalui pencapaian sasaran tanam dengan batas akhir bulan September 2012. Sampai dengan realisasi tanam bulan Agustus 2012, kekurangan terhadap target tanam untuk padi seluas 154.224 ha, jagung kurang 9.938 ha, dan kedelai kekurangan tanam seluas 1.520 ha.
4.Berdasarkan hasil workshop dengan Kabupaten/Kota untuk menentukan perkiraan tanam bulan September 2012, diperoleh kesimpulan sementara bahwa sasaran tanam untuk komoditas padi, jagung dan kedelai belum bisa tercapai. Hal ini disebabkan oleh beberapa kendala antara lain terlambatnya bantuan benih, serta kondisi lahan yang mengalami kekeringan sehingga petani tidak berani melakukan penyemaian.
5.Seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat telah memperoleh gambaran sasaran produksi tahun 2013 dan 2014. Sampai dengan than 2014 Kalbar telah mentargetkan surplus beras sebanyak 350 ton. Target surplus beras ini ditempuh melalui pencapaian sasaran produksi sebesar 1.650.000 ton.
6.Disamping peningkatan produksi untuk mencapai target surplus beras tahun 2014 juga harus didukung melalui kegiatan diversifikasi pangan untuk mengurangi konsumsi beras dari 139,15 kg/kap/tahun menjadi 116,97 kg/kap/tahun pada tahun 2014.
7.Sangat diperlukan dukungan yang saling bersinergis untuk mencapai swasembada padi, jagung dan kedelai tahun 2012-2014 serta surplus 10 juta ton beras tahun 2014 antara lain:
- Adanya dukungan program dan kegiatan sumberdaya air dalam mendukung P2BN di Kalbar.
- Meningkatkan koordinasi secara intensif dengan BMKG Kalbar dalam memperoleh gambaran prakiraan iklim menghadapi MT. 2012/2013 dan MT. 2013.
- Dukungan hasil-hasil pengkajian teknologi pertanian dari pengawalan/pendampingan di kawasan SL-PTT .
- Dukungan UPTPH dalam mengamankan produksi terhadap serangan OPT yang mengakibatkan kehilangan hasil.
- Dukungan UPSBTPH dalam pengawasan dan sertifikasi benih bermutu, serta membantu meningkatkan ketersediaan benih di daerah melalui peningkatan kinerja Balai benih maupun institusi perbenihan di Kalbar.
- Dukungan penyuluhan dalam meningkatkan kualitas pembinaan ditingkat lapang agar terjadi perubahan perilaku petani dalam penerapan teknlogi usaha tani agar produksi bisa ditingkatkan.
8.Bulog Divre Kalbar akan siap menampung hasil petani dalam bentuk gabah/beras, kendala yang dihadapi adalah harga HPP yang dianggap petani masih dibawah harga pembelian ditingkat lapang.
9.Keterlambatan penyaluran benih sangat berdampak signifikan terhadap realisasi tanam terutama pada periode tanam Mei-September. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap perkiraan panen September-Desember yang menentukan Angka Ramalan II tahun 2012.
10.Untuk tahun 2013 program bentuk benih tidak lagi melalui BLBU, tetapi dengan system subsidi benih. Diharapkan perubahan ini akan memberikan hasil yang lebih baik dalam program peningkatan produksi tanaman pangan di Kalbar.

Semoga hasil rumusan ini dapat menjadi acuan bersama dalam menghadapi program-program pembangunan pertanian dimasa mendatang.

 


KABAR LAINNYA:






APLIKASI e-Gov
LPSE Prov. Kalbar
RUP Prov Kalbar
Database Kalbar
e-Proc (Lelang Proyek)
SIMKUM
e-Document
Organisasi Prov Kalbar
Mitigasi Bencana
Dokumentasi & Informasi Hukum

INFO PUBLIK

LAKIP Pemprov 2013

UMP/UMK Kalbar 2014

Pergub Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah

LPSE KALBAR

Transparansi Pengelolaan Anggaran Daerah (TPAD)

Kajian Ekonomi Regional (KER) Kalimantan Barat 2011

Data Trafficking Kalbar

Statistik Kalimantan Barat