KABAR KALBAR
Pertumbuhan Ekonomi Melebihi Target
Jumat, 01/09/2012

Gubernur Kalbar Drs Cornelis MH mengatakan pada tahun 2011 angka pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 5,9 persen. Melebihi target yang telah ditetapkan dalam Reformasi Struktur dan Format Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014. Target yang ditetapkan pada kisaran 4,8 hingga 5,4 persen. “Pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan buah dari terus meningkatnya investasi PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) dan PMA (Penanaman Modal Asing),” ungkap Cornelis pada saat penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban beberapa waktu yang lalu. Dia juga menjelaskan, investasi PMDN pada tahun 2011 mencapai sekitar Rp 10 triliun. Sementara itu investasi PMA sekitar USD 1,3 miliar. Menurutnya, peningkatan investasi riil tersebut membuktikan bahwa iklim investasi di Kalbar sudah kondusif. Atas pencapaian itu, pemerintah pusat mengapresiasi capaian tersebut dengan memberikan penghargaan kepada gubernur atas nama masyarakat Kalimantan Barat. “Penghargaan ini tentu saja akan menjadi motivasi bagi seluruh stakeholders pembangunan di Kalbar untuk bekerja lebih keras lagi di tahun-tahun yang akan datang,” lanjutnya. Menurut Cornelis, pertumbuhan ekonomi Kalbar masuk dalam kategori pertumbuhan berkualitas. Karena mampu mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran melampaui target RPJMN 2010-2014. Dia juga mengungkapkan, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran pada dasarnya merupakan gambaran meningkatnya kesejahteraan rakyat. Capaian keberhasilan pembangunan tahun 2011 sangat terkait dengan indikator sosial yang sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dari indikator ekonomi. Sementara itu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalbar menurut Cornelis juga terus mengalami peningkatan. Sejak tahun 2008 hingga 2011, IPM di Kalbar mengalami peningkatan. Meskipun peningkatan itu tidak drastis, namun setiap tahun trennya selalu meningkat. “Angka IPM kita meningkat, dari 68,17 pada tahun 2008 menjadi 68,79 tahun 2009, dari 69,15 pada tahun 2010 yang meningkat lagi pada tahun 2011 menjadi 69,53,” katanya. Lebih lanjut, Cornelis mengatakan pada awal masa dia menjabat, kondisi berbagai indikator pembangunan masih belum tercapai dengan baik. Antara lain rendahnya derajat kesehatan, rendahnya derajat pendidikan, laju perekonomian yang masih rendah, serta terbatasnya sarana perekonomian. “Saya masih ingat betul itu,” lanjutnya. Pencapaian itu terwujud berkat adanya kerja sama di antara kita semua, yaitu Pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan seluruh stakeholders pembangunan daerah. Terutama dalam memformulasikan dan melaksanakan kebijakan yang tepat untuk memperbaiki nilai variabel-variabel pembentuk IPM. Seperti angka harapan hidup, angka melek huruf, rata-rata lama sekolah, dan pengeluaran per kapita. “Berkat kerja keras bersama itulah maka berbagai indikator pembangunan termasuk peningkatan nilai IPM kita pada tahun 2011 mengalami peningkatan,” paparnya. Sumber : equator-news.com

 


KABAR LAINNYA:






APLIKASI e-Gov
LPSE Prov. Kalbar
RUP Prov Kalbar
Direktori File Kalbar
Database Kalbar
e-Proc (Lelang Proyek)
SIMKUM
e-Document
Organisasi Prov Kalbar
Simbada Pemprov Kalbar
Mitigasi Bencana
Dokumentasi & Informasi Hukum

INFO PUBLIK

UMP/UMK Kalbar 2014

Pergub Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah

LPSE KALBAR

Transparansi Pengelolaan Anggaran Daerah

Kajian Ekonomi Regional (KER) Kalimantan Barat 2011

Data Trafficking Kalbar

Statistik Kalimantan Barat

LAYANAN PUBLIK

Forum Anak Kalbar

Forum Transparansi Kalbar