KABAR KALBAR
Hari Berkabung Daerah Kenali Pahlawan Kalbar
Jumat, 30/06/2012

Pemprov Kalbar menyerukan menaikkan bendera setengah tiang pada 28 Juni 2006, memperingati dan mengenangkan jasa-jasa dan pengorbanan 21.037 korban Tragedi Mandor. Mereka dibunuh tentara Jepang pada masa penjajahan tahun 1941-1945. Sesuai pula dengan Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2011 tentang Pedoman Tata Upacara Hari Berkabung Daerah Provinsi Kalbar yang diperingati setiap 28 Juni, telah disosialisasikan agar dilaksanakan di masing-masing SKPD/instansi provinsi, kabupaten/kota dan seluruh lembaga pendidikan formal, baik negeri maupun swasta. Kemudian mengibarkan bendera setengah tiang di halaman rumah masing-masing. Meski belum secara serentak masyarakat memasang bendera setengah tiang, Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sandjaya mengaku masyarakat sudah banyak yang memahami hari berkabung sebagai sebuah momen mengenang pahlawan asal Kalbar. Khususnya pahlawan yang berjuang melawan penjajah Jepang dan mempertahankan Kalbar sebagai salah satu bagian dari negara Indonesia. “Masyarakat sudah mulai memahami dengan hari berkabung, merupakan wujud penghormatan kepada para pejuang atas keberanian dan kegagahannya,” ungkap Christiandy usai melakukan upacara Hari Berkabung Daerah di Mandor, Kamis (28/6). Menurutnya, perjuangan para pejuang asal Kalbar yang diperingati setiap 28 Juni ini merupakan sebagai contoh. Begitu besarnya pengorbanan yang dilakukan 21.037 pejuang, tanpa lelah dan rela mati demi mempertahankan Kalbar. “Masyarakat dapat belajar dari keteladanan para pejuang, saya yakin mulai dari anak SD hingga kuliah sudah mengerti maksud dari dilaksanakannya hari berkabung ini,” ungkapnya. Kepala Dinas Sosial Kalbar Djunaidi SSos mengatakan perayaan hari berkabung kali ini sedikit berbeda. Karena dilibatkannya sekitar puluhan mahasiswa dengan konsep wisata ke Taman Makam Mandor, Kabupaten Landak. “Mulai dari SD sampai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, BUMN/BUMD dan swasta, serta pemerintah kabupaten/kota beserta seluruh jajaran memperingati Hari Berkabung Daerah ini. Dan kali ini diramaikan dengan mahasiswa sebagai terobosan kami memperkenalkan para pejuang Mandor kepada mahasiswa,” paparnya. Hari Berkabung Daerah merupakan hari diperingatinya Tragedi Mandor yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban jiwa dalam perlawanan terhadap pendudukan Jepang. Oleh karena itu, dalam memperingati peristiwa tersebut, dilakukan upacara dan mengibarkan bendera setengah tiang. “Peringatan Hari Berkabung Daerah ini merupakan penghormatan kita kepada para pejuang dan rakyat Kalimantan Barat yang gugur dalam pendudukan Jepang dulu,” jelas Djunaidi. Lebih lanjut diungkapkan, Pergub Nomor 3 Tahun 2011 juga menjelaskan bahwa lokasi peringatan Hari Berkabung Daerah Tingkat Provinsi Kalbar dilaksanakan di Makam Juang Mandor. Sedangkan untuk tingkat pemerintah kota ataupun kabupaten, peringatan dilaksanakan di wilayah masing-masing. Begitu pula untuk SKPD provinsi, instansi vertikal provinsi, lembaga pendidikan formal di lingkungan Kalbar, melaksanakan upacara di lingkungan masing-masing. (sumber: harian rakyat kalbar)

 


KABAR LAINNYA:






APLIKASI e-Gov
LPSE Prov. Kalbar
RUP Prov Kalbar
Database Kalbar
e-Proc (Lelang Proyek)
SIMKUM
e-Document
Organisasi Prov Kalbar
Mitigasi Bencana
Dokumentasi & Informasi Hukum

INFO PUBLIK

LAKIP Pemprov 2013

UMP/UMK Kalbar 2014

Pergub Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah

LPSE KALBAR

Transparansi Pengelolaan Anggaran Daerah

Kajian Ekonomi Regional (KER) Kalimantan Barat 2011

Data Trafficking Kalbar

Statistik Kalimantan Barat