KABAR KALBAR
Antisipasi Peredaran Barang Kedaluwarsa BPOM Periksa Toko
Selasa, 01/08/2012

Bulan Ramadan dan jelang Lebaran Idulfitri permintaan masyarakat terhadap makanan meningkat pesat. Selain itu, tradisi tukar parcel juga sering dilakukan di masyarakat. Tetapi masyarakat perlu waspada, karena cenderung banyak makanan kedaluwarsa beredar termasuk di dalam parcel. “Sejak menjelang puasa dan minggu pertama bulan Ramadan ini kita sudah turun ke lapangan. Sejauh ini sudah ada 120 toko di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya yang kita periksa. Hasilnya kita menemukan 36 tokoh,” ungkap Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pontianak Dra Ida Lumongga Apt kepada Rakyat Kalbar, Jumat (27/7). Menurutnya, temuan yang ada di lapangan terdiri dari makanan yang kedaluwarsa, makanan tanpa izin edar, atau impor ilegal. Kemudian makanan yang tidak memenuhi syarat label ditemukan sebanyak 80 item. Adapun yang diperiksa meliputi toko makanan, supermarket, dan gudang penyimpanan makanan berskala besar. Dari pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas BPOM Pontianak, jenis makanan yang ditemukan meliputi Gulong China Well-Known Mark (Jamur Kaki Babi), Longkou Vermicelli, Supermi Mi Instan, Nata de Coco in Light Syrup, Soy Sauce, Vitalac 1, Frisian Flag Susu Pertumbuhan, Royco Rasa Sapi, Royco Bumbu Pelezat Serbaguna Rasa Ayam, dan Mama Suka Rasa Ayam. Selain itu, minuman Sprite, Fanta Strawberry, 7 Up, AMIU Bestaqua, AMIU Anaque, Boneeto Junior 1+Honey Yummy, Coca-Cola, Fanta, Teh Hijau Daun, Permen Hacks, Tauco, Susu Cap Enak, dan beberapa barang lainnya. “Yang paling banyak ditemukan adalah minuman kaleng dan minuman isi ulang yang tidak boleh dipajang di situ. Lain dengan minuman galon yang sudah ada MDK-nya. Karena itu, saya mengimbau kepada masyarakat supaya beli air galon yang sudah ada MD-nya dan terdaftar di BPOM,” imbaunya. Ida menambahkan, temuan tahun ini tidak ada peningkatan dan cenderung menurun. Karena BPOM sudah memberikan surat edaran, supaya menjual makanan yang tidak kedaluwarsa, tidak punya izin dan lain sebagainya. Barang yang ditemukan dimusnahkan di tempat oleh pemilik dan disaksikan oleh petugas BPOM Pontianak. Karena temuan tidak relatif banyak dan masih dalam tahap pembinaan. “BPOM turun ke lapangan rutin setiap bulannya. Untuk di bulan Ramadan ini kami lakukan setiap minggu. Hal ini mengantisipasi peredaran makanan yang tidak layak konsumsi menjelang perayaan hari besar,’ pungkasnya. Ida menyarankan kepada masyarakat supaya jangan membeli makanan impor ilegal, makanan yang sudah penyok. Kemudian harus diperhatikan sebelum membeli batas kedaluwarsanya (expired). “Kita juga melakukan pemantauan ke beberapa gudang makanan yang besar. Sementara itu, untuk makanan juadah yang banyak dijual kita lakukan sampling. Hasilnya masih belum keluar dan sekarang sedang diuji. Pewarna makanan jangan dibeli yang tidak ada mereknya. Karena hal itu biasanya pewarna pakaian,” ingatnya. Selain itu, di tempat jajanan juadah harus jeli jangan membeli yang terkena lalat. Orang bisa sakit bukan karena zat-zat makanan yang ada di makanan itu. Tetapi disebabkan bakteri yang dibawa lalat. “Selama ini kita berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Deperindag. Kemudian selalu mengintensifkan pemantauan apalagi menjelang Lebaran Idulfitri. Biasanya barang ilegal dan kedaluwarsa akan marak bermunculan,” tutup Ida. Sumber : equator-news.com

 


KABAR LAINNYA:






APLIKASI e-Gov
LPSE Prov. Kalbar
RUP Prov Kalbar
Database Kalbar
e-Proc (Lelang Proyek)
SIMKUM
e-Document
Organisasi Prov Kalbar
Mitigasi Bencana
Dokumentasi & Informasi Hukum

INFO PUBLIK

LAKIP Pemprov 2013

UMP/UMK Kalbar 2014

Pergub Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah

LPSE KALBAR

Transparansi Pengelolaan Anggaran Daerah

Kajian Ekonomi Regional (KER) Kalimantan Barat 2011

Data Trafficking Kalbar

Statistik Kalimantan Barat