KABAR KALBAR
Gubernur Sanjung Keberhasilan KKU
Jumat, 30/06/2012

Hari ulang tahun (HUT) kelima KKU yang jatuh pada 26 Juni di tahun 2012, Gubernur Kalbar Drs Cornelis MH menyanjung keberhasilan KKU. Khususnya hasil penilaian di evaluasi daerah otonomi hasil pemekaran (EDOHP) berada di ranking tiga se-Kalbar dan peringkat 67 nasional. “Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menyelesaikan laporan hasil Evaluasi Daerah Otonom Hasil Pemekaran (EDOHP) tahun 2011. Sesuai Keputusan Menteri Dalam Negeri (Depdagri) Nomor 120-277 Tahun 2011. Isinya tentang Peringkat Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Otonom Hasil Pemekaran tahun 1999 sampai dengan 2009,” ungkap Gubernur Kalbar Drs Cornelis MH dalam siaran resmi menanggapi HUT V KKU 2012 dibacakan Bupati H Hildi Hamid, Selasa (26/6). Dikatakannya, latar belakang dilaksanakannya EDOHP untuk melengkapi instrumen evaluasi terhadap pemerintah daerah. Sebagaimana diatur di Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 (PP 6/2008) tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 tahun 2010 (Permendagri 21/2010). “Tujuan utamanya untuk mengevaluasi dan memetakan kinerja seluruh daerah otonomi hasil pemekaran sejak tahun 1999 sampai 2009. Faktor dan aspek digunakan dalam penyusunan indeks EDOHP terdiri empat faktor. Pertama, faktor peningkatan kesejahteraan masyarakat. Seperti aspek kemakmuran masyarakat dan berkurangnya ketimpangan gender,” paparnya. Kedua, sambungnya, faktor tata pemerintahan yang baik atau good governance. Seperti aspek efektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi. Ketiga, faktor ketersediaan pelayanan publik. Seperti aspek pendidikan, kesehatan, penyediaan sarana dan prasarana pelayanan umum, serta pelayanan tata kelola administrasi kependudukan. Keempat, faktor peningkatan daya saing daerah. Seperti aspek kebijakan daerah, kelembagaan daerah, fasilitas investasi, serta realisasi investasi. “Cakupan kegiatan EDOHP meliputi 205 daerah otonom hasil pemekaran. Terdiri dari 7 provinsi, 164 kabupaten, dan 34 kota. Kinerja KKU memperoleh skor 42,90 dan menempati peringkat 67 dari 198 daerah otonom hasil pemekaran tahun 1999-2009 kabupaten maupun kota di Republik Indonesia,” ucapnya. Perinciannya, di faktor kesejahteraan masyarakat, skornya 57,58 dan menempati peringkat 77. Faktor tata pemerintahan yang baik, skornya 52,92 dan menempati peringkat 38. Faktor peningkatan daya saing daerah, skornya 35,98 dan menempati peringkat 97. Faktor ketersediaan pelayanan publik, skornya 17,00 dan menempati peringkat 105. “Hasil evaluasi yang diperoleh KKU merupakan sumber informasi yang sangat bernilai. Tidak hanya bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara, tetapi juga pemerintah pusat Republik Indonesia,” ujar mantan Bupati Landak ini. Pemprov Kalbar, imbuhnya, telah berupaya mengimplementasikan nilai-nilai kepemerintahan daerah yang baik atau good local governance. Tentunya harus pula diikuti seluruh jajaran di lingkungan pemerintah kabupaten maupun kota se-Kalbar. Tidak terkecuali Pemkab Kayong Utara. “Selaku Gubernur Kalbar dan atas nama seluruh jajaran Pemprov Kalbar, saya ucapkan selamat merayakan HUT KKU kelima KKU. Semoga Tuhan Yang Mahakuasa senantiasa membimbing dan memberikan petunjuk kepada kita semua. Untuk memimpin dan membangun daerah yang lebih baik lagi. Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata,” pungkasnya. Sumber : equator-news.com

 


KABAR LAINNYA:






APLIKASI e-Gov
LPSE Prov. Kalbar
RUP Prov Kalbar
Database Kalbar
e-Proc (Lelang Proyek)
SIMKUM
e-Document
Organisasi Prov Kalbar
Mitigasi Bencana
Dokumentasi & Informasi Hukum

INFO PUBLIK

PPID Pemprov. Kalbar

LAKIP Pemprov 2013

UMP/UMK Kalbar 2014

Pergub Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah

LPSE KALBAR

Transparansi Pengelolaan Anggaran Daerah (TPAD)

Kajian Ekonomi Regional (KER) Kalimantan Barat 2011

Data Trafficking Kalbar

Statistik Kalimantan Barat