KABAR KALBAR
Dispenda Paparkan Pertumbuhan Kendaraan
Jumat, 01/10/2010

PONTIANAK. Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kalbar menjawab desakan wakil ketua DPRD Kalbar, Ir. H. Prabasa Anantatur MH. terkait data jumlah kendaraan di Kalbar. Kadispenda Kalbar, Drs. Darwin Muhammad mengatakan, terus berupaya keras meningkatkan kinerjanya dalam menjaring penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Kalbar. Salah satu cara yang dipilih, merancang Sistem Administrasi di bawah Satu Atap (Samsat) hingga ke tingkat desa. "Ke depan sudah dirancang program samsat masuk desa," ungkap Drs. H. Darwin Muhammad, Kepala Dispenda Kalbar kepada Equator, kemarin. Program Samsat Masuk Desa ini merupakan program berkala untuk peningkatan penerimaan pajak. Dengan menggunakan unit mobil, secara berkala petugasnya melakukan jemput bola ke desa untuk memberikan layanan kepengurusan pajak. "Layanan dimaksud mencakup pengurusan STNK, pembayaran PKB-BBNKB dan SWDKLLJ. Jika dulunya masyarakat wajib pajak mengurus kendaraan harus antre dan menunggu cukup lama, sekarang ini tidak lagi," kata Darwin. Saat ini di Kalbar 15 kantor Samsat ditambah empat Samsat Pembantu di Pemangkat, Sui. Duri, dan Balai Karangan yang rata-rata perhari melayani 600-800 kendaraan. Kemudian ada Samsat Corner di A Yani Mega Mall dan Samsat Drive Thru yang rata-rata melayani 200-300 kendaraan. Terkait jumlah kendaraan yang menjadi objek pajak, Darwin mengaku pihaknya memiliki data yang cukup akurat. Mulai kendaraan umum, pribadi, hingga kendaraan berat. Sepeda motor misalnya, saat ini terdata sebanyak 519.530 unit. "Pertumbuhan jumlah kendaraan per tahun berkisar 8-10 persen. Perkembangan tertumpu 60 persen di Kota Pontianak, Kota Singkawang, dan Kab. Pontianak. katanya. Darwin mengaku optimis target PAD, khususnya PAD tahun 2010 terlampaui. Sampai Agustus saja PAD yang terhimpun sudah mencapai 81,906 persen atau sekitar RP 551 miliar dari target sebesar Rp. 630 miliar. "Dengan sisa waktu kurang dari tiga bulan ke depan, saya berharap jajaran Dispenda bisa bekerja lebih keras lagi untuk mengoptimalkan penerimaan daerah. Salah satu caranya, tentu dengan peningkatan pelayanan dan operasional," jelas Darwin. Berita sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kalbar, Ir. H. Prabasa Anantatur MH mendesak Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kalbar untuk mendata seluruh kendaraan yang ada di Kalbar. "Kita menginginkan Dispenda segera mendata semua kendaraan yang ada di Kalbar, termasuk kendaraan roda 2, 3, 4, 6, dan sebagainya. Sehingga akan jelas berapa kendaraannya dan berapa besar kontribusi bagi daerah," katanya kepada Equator belum lama ini. Menurut Prabasa, sangat lucu jika Dispenda berbicara mengenai peningkatan pendapatan daerah Kalbar dari kendaraan. Sementara Dispenda tidak punya data valid mengenai jumlah kendaraan yang ada di Kalbar. Karena itu, pendataan kendaraan tersebut perlu dilakukan. Prabasa mengatakan, DPRD Kalbar memberikan waktu 3 bulan untuk mendata jumlah kendaraaan yang ada. "Wajar saja, katanya hasil pansus Laporan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Kalbar tahun 2009 memberikan rapor merah terhadap kinerja Dispenda," Ungkap legislator sambas tersebut.(adi_pde)

 


KABAR LAINNYA:






APLIKASI e-Gov
LPSE Prov. Kalbar
RUP Prov Kalbar
Direktori File Kalbar
Database Kalbar
e-Proc (Lelang Proyek)
SIMKUM
e-Document
Organisasi Prov Kalbar
Simbada Pemprov Kalbar
Mitigasi Bencana
Dokumentasi & Informasi Hukum

INFO PUBLIK

LAKIP Pemprov 2013

UMP/UMK Kalbar 2014

Pergub Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah

LPSE KALBAR

Transparansi Pengelolaan Anggaran Daerah

Kajian Ekonomi Regional (KER) Kalimantan Barat 2011

Data Trafficking Kalbar

Statistik Kalimantan Barat

LAYANAN PUBLIK

Forum Anak Kalbar

Forum Transparansi Kalbar