KABAR KALBAR
Kalbar Bangun PLTU Hemat 210 Miliar Rupiah
Sabtu, 19/03/2011

Perusahaan Listrik Negara kembali membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Kalimantan Barat. Setelah Februari 2011, PLTU 3x7 Mega Watt di Sintang yang menelan dana 357 miliar Rupiah dimulai, Jumat (18/3), "Total untuk keduanya 575 miliar Rupiah. Sumber dananya berasal dari APLN," kata General Manajer PT PLN (Persero) Wilayah Kalbar, Bambang Budiarto, kemarin.

Ia menambahkan, jika beroperasi nanti kedua PLTU ini akan menghemat penggunaan bahan bakar minyak. Karena, PLTU menggunakan bahan bakar batubara.
"Kalau kedua pembangkit tersebut bisa beroperasi, bisa menghemat 35 juta liter BBM pertahun atau setara 210 miliar Rupiah kalau kita asumsikan BBM 6 ribu Rupiah per liter," ungkap Bambang.
Jika 210 miliar Rupiah pertahun, maka perbulan dapat menghemat 17,5 miliar Rupiah untuk membeli BBM, yang harganya semakin melambung tinggi. Dengan demikian, nilai subsidi dari pemerintah dapat ditekan. Selain dua PLTU tersebut, PLN kini juga tengah melakukan pengerjaan beberapa pembangkit. Antara lain di PLTU Parit Baru 2x50 MW dan PLTU Tanjung Gundul 2x75 MW.

Kemarin di PLN WKB, dilakukan penandatanganan kontrak antara PLN dengan PT Zug Industri Indonesia untuk PLTU 2x7 MW Sanggau tersebut. Kemudian Berita Acara serah terima pengelolaan pembangunan PLTU 3x7 MW Sintang dan PLTU Sanggau kepada PLN KIT Sumatera II. Serta MoU express power dengan PT Suka Jaya Makmur Ketapang.

Direktur Operasional PLN Wilayah Indonesia Barat Harijaya Pahlawan mengatakan, pembangunan PLTU di Kalbar ini merupakan program yang telah dicanangkan oleh PLN. Pelaksanaannya dimulai sejak tandatangan kontrak dilakukan.
"Kontraktor berjanji selesai dalam waktu di bawah 20 bulan. Insya Allah kita lihat nanti, jika semua berjalan baik dalam waktu 1,5 tahun sudah bisa masuk 2x7 MW atau malah 3x7 MW. Jadi, total semuanya 5x7 MW," ungkap Hari, kemarin.
Dia menegaskan, pembangunan PLTU ini untuk menurunkan Biaya Pokok Produksi di Kalbar, dan meminimalkan pemakaian BBM yang harganya semakin tinggi belakangan ini. "Kalau 2x7 MW ini untuk Sanggau dan sekitarnya, masuk sistem 20 KV atau tegangan menegah. Jadi kalau ada tegangan menengah bisa dijangkau pembangkit itu," ungkap Harijaya. Apakah akan mengaliri sampai daerah pedesaan atau pegunungan? Hari mengatakan, Insya Allah jaringannya bisa menuju ke sana. Makanya dia berharap manajer P2K yang mengelola listrik desa, bisa berkoordinasi dengan manajemen perencanaan agar bisa meningkatkan ratio elektrifikasi. "Jadi, desa yang belum teraliri listrik dan belum ada jaringan, bisa terbangun sehingga nantinya bisa disalurkan karena 14 MW ini bisa cukup banyak," katanya. (Mekson/UPDE)

Sumber: Pontianak Post

 


KABAR LAINNYA:






APLIKASI e-Gov
LPSE Prov. Kalbar
RUP Prov Kalbar
Direktori File Kalbar
Database Kalbar
e-Proc (Lelang Proyek)
SIMKUM
e-Document
Organisasi Prov Kalbar
Simbada Pemprov Kalbar
Mitigasi Bencana
Dokumentasi & Informasi Hukum

INFO PUBLIK

LAKIP Pemprov 2013

UMP/UMK Kalbar 2014

Pergub Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah

LPSE KALBAR

Transparansi Pengelolaan Anggaran Daerah

Kajian Ekonomi Regional (KER) Kalimantan Barat 2011

Data Trafficking Kalbar

Statistik Kalimantan Barat

LAYANAN PUBLIK

Forum Anak Kalbar

Forum Transparansi Kalbar