KABAR KALBAR
Gubernur Se - Kalimantan Temui Menteri ESDM
Kamis, 14/04/2011

Provinsi Kalimantan Barat adalah merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga yaitu Nagara bagian Serawak Malaysia, dengan posisi terletak di bagian sebelah utara, dengan posisi demikian Kalbar merupakan satu-satunya Provinsi di Indonesia yang telah secara resmi telah mempunyai akses jalan darat untuk masuk dan keluar dari Negara asing karena Kalimantan Barat dan Serawak Malaysia telah ada jalan darat antar Negara Pontianak-entikong-kuching, selain itu di sebelah timur Kalbar juga berbatasan dengan dengan Kalimantan timur, sebelah selatan berbatasan dengan Kalimantan tengah sebelah barat berbatasan dengan laut natuna dan selat karimata, dan sebelah utara Kalbar terdapat lima kabupaten yang berbatasan langsung dengan Negara Jiran yaitu Kabupaten Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang dan Kapuas Hulu.
Luas Kalbar sekitar 146,807 Km atau 7,53 persen dari luas Indonesia, atau 1,13 kali dari luas pulau Jawa, dilihat dari luas wilayahnya maka provinsi Kalimantan Barat termasuk provinsi terbesar keempat di Indonesia, dan Kalbar memiliki potensi tambang yang cukup melimpah, seperti Batu Bara, Biji Besi, Logam Mulia dan Bouxit, disamping itu kalbar juga memiliki sumber daya mineral ( uranium ) dan panas bumi yang cukup besar namun kekayaan tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk penyediaan energi daerah, selain itu masih banyak pula potensi energi baru terbarukan seperti air, surya, angina,biomassa dan biogas yang juga belum belum dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik., karena kondisi geografisnya hingga saat ini listrik belum dapat dinikmati oleh seluruh wilayah Kalimantan Barat.
Terkait dengan bidang pertambangan, masih terdapat kegiatan usaha pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya mineral yang belum sesuai dengan kaidah-kaidah pengelolaan lingkungan yang baik dan benar, sehingga saat ini hasil pertambangan umumnya hanya berupa bahan mentah dan belum diolah manjadi bahan jadi ataupun bahan setengah jadi.
Evaluasi capaian tahun 2010 dibidang pertambangan Provinsi Kalimantan Barat, untuk bidang pembangkitan, secara umum pembangkit utama yang digunakan Kalbar yakni Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), namun karena biaya produksi yang semakin meningkat serta terbatasnya sumber daya yang tersedia secara bertahap dilakukan tranformasi energi malalui energi baru terbarukan.
Hingga tahun 2010, Kalbar telah memiliki 5 gardu induk dengan kapasitas 150 Kvyang terdapat di Siantan, Sei Raya, Parit Baru, Mempawah dan Singkawang, dengan total transmisi yang terpasang sepanjang 146,77 km, dengan daya terambung percabang berdasarkan kalbar dalam angka tahun 2010 adalah, cabang Pontianak, dengan jumlah pelanggan 263.201 tersambung 308.680.239 VA, Cabang Singkawang, jumlah pelanggan 135.555 tersambung 120.087.970 VA, Cabang Sanggau, jumlah pelanggan 97.032 tersambung 85.845.680 VA, dan cabang ketapang jumlah pelanggan 53.620 tersambung 44.507.600 VA, sampai dengan akhir tahun 2010 Rato Desa Berlistrik dan Ratio Elektrifikasi di Kalbar masing-masing mencapai 58,0% dan 45%, dengan pengguna terbesar adalah penggunaan listrik untuk rumah tangga yaitu sebesar 57 persen, digunakan untuk usaha sebanyak 19 persen, dan industri sebesar 5 persen dan yang terkecil adalah untuk industri sebasar 3 persen.
Untuk PDRB sektor pertambangan dan penggalian berada pada posisi ke-8 dari 9 jenis lapangan usaha yang terdapat di Kalbar, selanjutnya kotribusi sektor tersebut terhadap total PDRB hanya sebesar 1%, dengan demikian kondisi ini perlu dukungan bersama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.
Berbagai permasalahan itu terungkap pada pertemuan 4 Gubernur se Kalimantan yang dipimpin oleh Gubernur Kalimantan Selatan Rudi Arifin selaku ketua forum kerja sama revitalisasi percepatan pembangunan regional Kalimantan tahun 2011-2012 dalam acara rapat dengan Kementerian ESDM RI, yang berlangsung di ruang rapat Kementerian ESDM Jakarta, Kamis (14/04), dalam rangka berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian ESDM RI, untuk mendorong percepatan Pembangunan di Wilayah Kalimantan dengan mengusulkan berbagai kegaiatan serta pembangunan yang berkaitan dengan Energi, dan sumber daya mineral
Dalam kesempatan itu Wakil Gubernur Kalbar Drs. Chritiandi Sanjaya, SE. MM, menyampaikan beberapa permasalah dan usulan kepada Menteri ESDM yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Sekjen Kementerian ESDM RI, dikatakan Wagub, bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara mengamanatkan kepada Pemerintah untuk menyusun Wilayah Pertambangan (WP), namun hingga akhir tahun 2010 Kementerian ESDM belum menetapkan WP khususnya untuk wilayah Kalbar, akibatnya pelayanan permohonan IUP untuk sementara dihentikan hingga Kementerian menetapkan WP yang dimaksud, karena kondisi tersebut secara tidak langsung menghambat pembangunan di daerah khususnya dari aspek investasi daerah. Oleh karena itu penetapan WP harus di percepat, kemudian untuk pengadaan bahan bakar Wagub berharap agar pihak kementerian ESDM dapat menambah dan memberikan ketetapan jumlah kuota yang diberikan untuk daerah termasuk Kalbar, untuk ketenaga listrikan Wagub menambahkan diharapkan agar pihak kementerian ESDM dapat mempercepat pembangunan ketegalistrikan baik jaringan ataupun travomotor terutama di Kabupaten Pontianak, Singkawang, Ketapang, Kayong Utara, Melawi dan Sekadau, kemudian Pembangunan PLTMH, pembangunan PLTS sebanyak 18.313 unit di Kab, Sambas, Landak, Sanggau, Melawi dan Kapuas Hulu, serta studi pembangunan PLTMH dan survey Potensi air.
Secara keseluruhan total dana yang dibutuhkan dalam rangka pembiayaan pembangunan di Kalimantan untuk tahun 2012pada bidang ESDM adalah sebesar Rp. 2,840,295 Trilyun, dengan rincian untuk Provinsi Kalimantan Tengah sebesar Rp. 2,365 Trilyun, Kalimantan Barat sebesar Rp. 145,295 Milyar, Kalimantan Timur sebesar Rp. 165 Milyar dan Kalimantan Selatan sebesar 165 Milyar.
Selanjutnya Rudi Arifin menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan ketenagalistrikan tidak dapat terlepas dari keberhasilan ketenagalistrikan tidak dapat terlepas dari keberhasilan pembangunan energi dan sumber daya mineral di provinsi khususnya di Kalimantan, dan ini tidak dipungkiri selama pulau Kalimantan menjadi bagian untegral dan akan tetap menjadi bagian dan integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercinta dan berbagai kebijakan dan program pembangunan ESDM yang telah dilakukan, dan diakui telah banyak keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai, namun dalam keberhasilan tersebut masih banyak kegiatan-kegiatan dan program yang tercecer, tertinggal, kurang optimal dan bahkan dianggap perlu dibenahi dan ditindaklanjuti. Dalam tahun 2012, sesuai dengan hasil pengamatan dan evaluasi serta masukan dari stakeholder, maka kegiatan sebagaimana yang telah diusulkan diharapkan dapat direspon oleh berbagai pihak ditingkat Kementerian ESDM. (Ruslan Humas Prov)

 


KABAR LAINNYA:






APLIKASI e-Gov
LPSE Prov. Kalbar
RUP Prov Kalbar
Database Kalbar
e-Proc (Lelang Proyek)
SIMKUM
e-Document
Organisasi Prov Kalbar
Mitigasi Bencana
Dokumentasi & Informasi Hukum

INFO PUBLIK

LAKIP Pemprov 2013

UMP/UMK Kalbar 2014

Pergub Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah

LPSE KALBAR

Transparansi Pengelolaan Anggaran Daerah

Kajian Ekonomi Regional (KER) Kalimantan Barat 2011

Data Trafficking Kalbar

Statistik Kalimantan Barat