BERITA DAN KEGIATAN

Studium Generale IAIS Sambas

Jum'at, 6 Oktober 2017 09:07 WIB
0 Komentar 57 View
Uncategorized

SAMBAS – Sekretaris Daerah Kalimantan Barat Dr. M. Zeet Hamdy Assovie, MTM mengatakan bahwa  Wilayah Kalimantan Barat memiliki nilai strategis dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional, khsusnya melalui pendidikan tinggi, kondisi dilapangan memperlihatkan diperlukannya pengelolaan sumber daya manusia yang saling mendukung atau bersinergi satu sama lain, meurut Sekda tampak tersimpan potensi permasalahan yang dihadapi seperti pertama permasalahan yang berdimensi local dan domestic, yakni gambaran kemiskinan sebagai akibat terabaikannya pembangunan sumber daya manusia, selanjutnya permasalahan yng berdimensi nasional antara lain adanya gejala serta permasalahan yang berdimensi regional antarnegara yang menimbulkan konflik mengenai kesetaraan tenaga kerja dan tingkat pendidikan masyarakat.                                                                                                                               

Persoalan mendasar mengenai sumber daya manusia memang harus terus disentuh secara menyeluruh, oleh karena itu kini saatnya bagi masyarakat memprakarsai perumusan pendidikan tinggi, dimana salah satunya adalah mengelola sumber daya manusia, agar seluruh wilayah menjadi lebih efektif dimasa-masa mendatang. Upaya untuk mencapai tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia sangat tergantung dari seluruh komponen penyelenggara Negara dan rakyat Indonesia dalam mewujudkan nilai-nilai kebangsaan, nilai keragaman (pluralistik) perjuangan bangsa serta terciptanya sistem dan kemampuan operasional yang terus tumbuh dan berkembang, dan kita terus memerlukan keberadaan pendidikan tinggi yang melembaga secara kuat dan berwibawa guna mewujudkan bangsa Indonesia yang unggul, kata M. Zeet  saat menyampaikan kuliah umum ( Studium Generale ) bersama pimpinan Pemerintahan Kabupaten Sambas, sivitas akademika, dosen dan mahasiswa tenaga kependidikan Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Dalam kuliah umum yangberjudul Kerja Keras Pmrakarsa Perguruan Tinggi Dalam Era Masyarakat Ekonomi Asen tersebut M. Zeet lebih jauh menjelaskan bahwa IPM Kalbar selalu naik pada setiap tahunnya berkisar antara 0,6persen hingga 1,8 persen dimana pada tahun 2016 IPM Kalbar adalah 66,30, yakni pada peringkat ke 29 dari 34 provinsi di Indonesia. Pertumbuhan IPM dan potensi geografis Kalbar tersebut tetu memerlukan tindakan dan upaya secara bersama-sama untuk terus meningkatkan semua indikator IPM, salah satunya adalah meningkatkan mutu dan tingkat pendidikan masyarakat, dimana salah salah satu sektor pendukung yang dapat meningkatkan IPM adalah pendidikan tinggi, dan perguruan tinggi diharapkan terus selalu berkoordinasi, menjadikan penanganan wilayah berjalan optimal dan terpadu serta terhindar dari tarik menarik kepentingan, dan keberadaan lembaga perguruan tinggi yang kuat dapat mengatasi dan menghindarkan timbulnya konflik, paling tidak melalui kebiasaan menyelesaikan masalah, dimana secara konseptual dan operasional perlu diarahkan dan dirancang guna menumbuhkan daya saing, kompabilitas dan komplementaritas dengan wilayah mitra, termasuk dengan Malaysia (Sarawak).

Globalisasi atau liberalisasi pendidikan tinggi yang sedang terjadi melalui jalur pasar bebas memang harus dihadapi dengan hti-hati oleh Negara berkembang, takterkecuali Indonesia, implikasi jangka pangjang dari globalisasi pendidikan tinggi tersebut belum sepenuhnya dapat diprakirakan, secara luas kita perlu bereaksi secara terbuka untuk meninjau pemberlakuan pendidikan tinggi sebagai komoditi yang diatur melalui perdagangan bebas, dan kita harus memperjuangkan untuk memasukkan pengetahuan sebagai salah satu kategori komoditi dan kita perlu merancang kebijakan-kebikajan antisipatif secermat mungkin agar globalisasi tersebut tidak menghancurkan sektor pendidikan tinggi yang pernah terjadi dengan globalisasi pada sektor pertanian. Menurut Sekda bahwa pendidikan mempunyai 3 tugas pokok, yakni mempreservasi, mentransfer dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya, pendidikan juga sangat vital peranannya dalam mentransfer nilai-nilai dan jati diri bangsa, oleh sebab itu setiapupaya untuk menjadikan pendidikan dan pelatihan sebagai komoditi yang tata perdangannya diatur oleh lembaga internasional bukan oleh otorita suatu Negara, memang perlu disikapi dengan semangat nasionalisme yang tinggi serta dengan kritis oleh masyarakat Negara berkembang, kata Sekda. (ruslanhumasprov)  

 

Keterangan Foto :

KEYNOTE SPEAKER : Dr. M.Zeet Hamdy Assoie, MTM, sebagai keynote speaker pada acara Studium Generale Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas dengan tema menanamkan nilai-nilai religius dan kebangsaan dalam upaya melawan radikalisme dan terorisme demi menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI diwilayah perbatasan Republik Indonesia, Selasa (3/10) Foto : Ruslan Humas Prov.  

 

 

 


Oleh: (Ruslan)

 

 

 
KANTOR GUBERNUR KALIMANTAN BARAT

Alamat: Jl. Ahmad Yani, Pontianak
Kode Pos: 78124
Telepon: +62(561)736541 atau +62(561)732001 ext. 110
Faksimile: (0561) 749702
e-Mail:
Website: www.kalbarprov.go.id