BERITA DAN KEGIATAN

Sutarmidji : 150 MW Listrik Kalbar Diimpor dari Malaysia

Jum'at, 2 November 2018 10:35 WIB
0 Komentar 104 View
Uncategorized

Sutarmidji : 150 MW Listrik Kalbar Diimpor dari Malaysia Gubernur Kalbar H Sutarmidji mengatakan saat ini, Desa di Provinsi Kalbar yang teraliri listrik oleh PT PLN baru mencapai 85-86 persen. "Beban puncak kita cuma 568 MW, dan kita impor dari Malaysia 150 MW," kata H Sutarmidji, Kamis (1/11), saat menerima kunjugan kerja Komisi VII DPR RI di Provinsi Kalbar. Gubernur Kalbar juga menyampaikan ucapan selamat datang untuk Delegasi Komisi VII DPR RI di Kalbar dan berharap kunjungan ini menjadi modal bagi Provinsi Kalbar untuk membangun lebih baik lagi. Menurutnya kemandirian dalam penyediaan listrik di desa lantaran hingga saat ini masih ada 24 persen jumlah penduduk di Kalbar yang belum merasakan listrik. "Jadi kalau mau pengadaan listrik seperti dari PLN itu sangat sulit dan bahkan bisa tidak mungkin, hal itu karena lokasi desa yang sulit diakses dan tentu butuh investasi yang besar. Kemudian secara ekonomis, PLN tentu berat, jadi harus kita buat desa mandiri dengan memanfaatkan potensi yang ada," jelasnya. Dikatakannya, dari sisi kemandirian, Provinsi Kalbar belum mandiri, dan ini masalah yang dihadapi oleh Provinsi Kalbar. "Kedepan, perlu adanya penyelesaian ini secara cepat. Kita tidak mungkin hadirkan investor, kalau listriknya ada permasalahan seperti ini," jelasnya. Listrik itu kebutuhan utama bagi investor untuk berivistasi di Kalbar, dan Provinsi juga tidak bisa bergantung pada negara lain dalam penyelesaian kebutuhan dasar listrik di Kalbar. Sementara itu, Ketua Komisi VII DPR RI H Gus Irawan Pasaribu mengatakan kunjungan ini dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan dan untuk menyerap aspirasi serta mendapatkan informasi tentang perkembangan pembangunan di daerah  Kalbar. "Kunjungan ini untuk mengetahui secara langsung masalah dan kendala yang dihadapi di lapangan khususnya tentu terkait dengan bidang tugas kami di Komisi VII, yaitu bidang Energi dan Sumber Daya Mineral, bidang lingkungan hidup dan bidang riset dan teknologi," kata H Gus Irawan Pasaribu. Dikatakannya, Provinsi Kalbar adalah sebuah Provinsi di Indonesia yang dijuluki Provinsi seribu sungai. Dengan kondisi geografis yang mempunyai ratusan sungai besar dan kecil yang diantaranya dapat dan sering dilayari. Air ini sumber energi listrik. "Kalbar, Provinsi Seribu Sungai tapi kok tidak ada PLTA. Kita ke depan, mendorong energi baru dan terbarukan," jelasnya. Kita juga dihadapkan pada persoalan keterbatasan pasokan energi listrik yang belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat Kalbar seperti yang disampaikan Gubernur Kalbar baru 86% teraliri listrik. "Provinsi Kalbar juga masih terdapat masalah pemenuhan kebutuhan listrik,  padahal Provinsi ini juga memiliki sumber energi yang cukup banyak dan beragam dan dapat dikembangkan," ujarnya. Komisi VII DPR berkomitmen akan mendorong rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Kalbar untuk memenuhi kebutuhan listrik di provinsi itu dan sekitarnya. "Kami dari Komisi VII DPR mencoba menggali berbagai permasalahan kelistrikan dan energi yang ada di Kalbar. Dari informasi yang kita dapatkan di lapangan ini, akan menjadi masukan bagi kita dalam menyusun rencana pembangunan di Kalbar ke depan, termasuk rencana pembangunan PLTN," jelasnya. (Nasir Humas)

 
KANTOR GUBERNUR KALIMANTAN BARAT

Alamat: Jl. Ahmad Yani, Pontianak
Kode Pos: 78124
Telepon: +62(561)736541 atau +62(561)732001 ext. 110
Faksimile: (0561) 749702
e-Mail:
Website: www.kalbarprov.go.id