BERITA DAN KEGIATAN

Kominfo Kalbar mengadakan Dialog Interaktif RRI : Upaya Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan

Senin, 9 September 2019 14:24 WIB
56 View

Pontianak - Dialog Interaktif RRI Dinamika Khatulistiwa bertema ” Upaya Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat” dengan menghadirkan Narasumber AKBP M. Nasir Wadir. BINMAS POLDA KALBAR dan Cristianus Lumano Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov. Kalbar. Senin (9/9/2019)

Kabut asap dalam sepekan terakhir kembali melanda sebagian wilayah provinsi Kalbar. Kondisi ini biasa terjadi, mulai pukul 07.00 sampai menjelang siang, sekitar pukul 13.00 WIB. Hal itu bisa dilihat di sekitaran Kota Pontianak.

Dalam dialog ini BPBD Provinsi Kalbar mengklaim, jika upaya pencegahan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan berhasil. Hal itu dibuktikan, dengan menurunnya titik api dan titik panas jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Dari sisi data, ada tren penurunan titik api dan titik panas dibanding tahun 2018. Hanya memang tidak terlalu signifikan. Kalau kita lihat, semua stakeholder bergerak,” kata Kepala BPBD Provinsi Kalbar Lumano

“Sampai hari ini belum ditutup bandara (Supadio). Berarti upaya kita sudah maksimal,” tambahnya.

Pemerintah lanjutnya, sangat serius menangani kabut asap akibat karhutla. Bahkan sejak akhir bulan Juli, ada tambahan personil untuk membantu pemadaman lahan yang terbakar.

Begitu juga Gubernur Kalbar H.Sutarmidji juga telah memangil para pengusaha yang memiliki lahan di sekitar titik api dan telah menerbitkan Peraturan Gubernur Kalbar no. 39 Tahun 2019 Tentang Pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan.

Dalam salah satu pasal menyebutkan ” penghentian sementara konsesi selama 3 (tiga) tahun terhadap hutan dan atau lahan yang terbakar karena kelalaian dan penghentian sementara konsesi selama 5 (lima) tahun terhadap hutan dan atau Iahan yang terbakar karena disengaja.” ujarnya

Dalam penanggulangan KARHUTLA ini juga Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (BPBD) telah menerjunkan pasukan pemadam sebanyak 1.5012 personil yang di sebar ke 100 desa.

“BNPB tanggal 23 Juli, sudah menyerahkan pasukan sebanyak 1.512 perseonil untuk disebarkan di 100 desa se Kalbar. Mereka sudah dikerahkan ke lokasi masing-masing. 100 desa ini, daerah rawan karhutla,” tambah Lumano.

Lumano mengungkapkan, sebenarnya, desa yang rawan karhutla lebih dari 100 desa. Hal itu berdasarkan laporan yang telah dihimpun kemudian diusulkan oleh masing-masing daerah ke pemerintah provinsi. Namun, karena personil terbatas, akhirnya permintaan itu belum terpenuhi.

“Personil kita juga terbatas. Yang diajukan 323 desa atau kelurahan. Ini rata-rata daerah gambut. Lahan gambut ini lebih sulit dipadamkan,” tambah Lumano.

Dalam dialog ini Wadir BINMAS POLDA KALBAR AKBP M. NASIR juga menyampaikan kegiatan pembakaran hutan ini adalah merupakan hal yang ber ulang-ulang tiap tahun nya, sebagai pihak kepolisian mereka juga membantu pemadaman, menangkap orang dan memproses serta menyelidiki pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Polda Kalbar juga menyampaikan mereka harus dibantu Stekholder untuk mecencegah dalam hal ini mensosialisasikan dampak Karhutla ini.

M. Nasir juga menambahkan, pihaknya telah melakukan Operasi Bina Karuna Pratama dalam hal mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan yang dimana mengedepankan tindakan Pre-Emtive dan Preventif yaitu pencegahan niat dan kesengajaan pelaku.

”Polda Kalbar juga telah melakukan Operasi Bina Karuna Pratama dalam hal mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan yang dimana mengedepankan tindakan Pre-Emtive dan Preventif yaitu pencegahan niat dan kesengajaan pelaku. ”ujarnya

Polda Kalbar juga melakukan penanggulangan dan penegakan hukum serta memproses kebakaran hutan dan lahan.

”Untuk saat ini sudah ada 48 kasus yang sudah kita tangani dan ada sekitar 59 tersangka diantaranya ada beberapa Koperasi yang sudah di amankan dan dalam proses penyelidikan. Semuanya di tahan di Polda Kalbar. ”ungkapnya

Dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, Polda Kalbar juga membantu BPBD untuk di desa-desa dengan mengirimkan anggota ke lapangan dan ada juga beberapa dari BABINKAMTIBMAS dan BABINSA yang ikut MANGGALA AGNI berpatroli di wilayah kebakaran hutan.

“Polda Kalimantan Barat juga membantu BPBD untuk di desa-desa dalam hal ini kita mengirim 2 anggota yang 100 orang tadi, kemudian kita juga membantu MANGGALA AGNI berpatroli ke daerah-daerah yang rawan dianggap rawan karhutla 1 dari BABINKAMTIBMAS dan BABINSA yang selama ini cukup efektif,  ”tambahnya.

Dalam kesulitan pemadaman api ini adalah sulitnya mendapatkan pasokan air di karenakan musim kemarau ini. Menurut data BMKG bulan Juli, Agustus dan September curah hujan masih sedikit sehingga kedepan masalah ini masih berlanjut.

Polda Kalbar juga mengajak kepada masyarakat untuk ikut peduli dalam permasalahan ini sehingga tingkat kesadaran masyarakat untuk membakar lahan lebih minim lagi.

”saya kira kepedulian masyarakat, peran serta masyarakat harus di tinggkatkan, tidak bisa kita bekerja sendiri harus bersama-sama , jangan ada lagi membuka lahan dengan cara membakar. ”pungkasnya. (Abdal)

 

Oleh: (Wiwin Sutiana, ST)

 

 

 
KANTOR GUBERNUR KALIMANTAN BARAT

Alamat: Jl. Ahmad Yani, Pontianak
Kode Pos: 78124
Telepon: +62(561)736541 atau +62(561)732001 ext. 110
Faksimile: (0561) 749702
e-Mail:
Website: www.kalbarprov.go.id