PROFIL
Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Barat

TENAGAKERJA

TENAGAKERJA

Ketenagakerjaan

Penduduk yang berumur lima belas tahun ke atas merupakan penduduk usia kerja, di mana pada usia ini merupakan sumber tenaga kerja produktif yang dapat dimanfaatkan sebagai penggerak roda pembangunan. 

Komposisi penduduk yang bekerja di Provinsi Kalimantan Barat, masih didominasi oleh pekerja yang ber pendidikan rendah, yaitu sekitar 81,88 persen adalah tamat SLTP kebawah. Lapangan usaha yang paling dominan adalah sektor pertanian yaitu menyerap sekitar 63,87 persen threaded total angkatan kerja yang bekerja.

Jumlah angkatan kerja di Provinsi Kalimantan Barat sebanyak 1.969.298 orang, dimana 1.830.244 orang yang bekerja (92,94 persen). Dengan demikian, angkatan kerja Kalimantan Barat yang belum terserap pada pasar kerja pada tahun 2006 adalah 139.054 jiwa. Hal ini mengindikasikan adanya pengangguran terbuka sebesar 7,06 persen. Sedangkan Untuk yang bukan angkatan kerja sebanyak 904.740 jiwa dimana sekitar 26,85 persennya karena bersekolah atau berjumlah 242.949 jiwa,, mengurus rumahtangga 521.354 jiwa (57,62 persen) dan lain-lain sebanyak 140.437 orang (15,52 persen) masing-masing terhadap total.

Statistik Antar Kerja

Pertumbuhan pencari kerja (terdaftar) daerah Kalimantan Barat dari tahun ke tahun berfluktuasi besarnya. Pada tahun 2005 pencari kerja tercatat sebesar 95.164 orang, menurun jika dibanding dengan tahun 2004 dan 2003 yang masing-masing mencapai 89.215 dan 33.962 orang

Jika melihat pertumbuhan pencari kerja daerah Kalimantan Barat pada tahun 2003-2005 amat pesat, diduga Ini merupakan salah satu dampak konsekuensi dari makin meningkatnya aktivitas pembangunan wilayah. Namun sayangnya, permintaan akan tenaga kerja selalu lebih rendah dari pada penawaran kerja sehingga munculnya pengangguran merupakan ekses yang tidak dapat dihindari.

Penyebaran penduduk yang tidak merata dapat menimbulkan berbagai permasalahan, misalnya kepincangan pembangunan daerah dan masalah sosial, ekonomi, budaya, hankamnas serta lainnya.  Untuk mengatasi keadaan tersebut, maka telah diupayakan adanya perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lainnya, khususnya dari daerah padat ke daerah yang kurang padat penduduknya seperti dari Pulau Jawa dan NTB ke Sumatera, Kalimantan, dan kawasan Indonesia Bagian Timur.

Transmigrasi

Realisasi penempatan transmigrasi menurut daerah asal tahun 2006 sebanyak 820 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 3.257 Jiwa. Lokasi penempatan terbanyak di Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Ketapang. Dilihat dari asal para transmigran khusus yang berasal dari luar Kalimantan Barat, terbanyak berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Barat masing-masing sebanyak 189 KK dan 100 KK.

Transmigrasi yang berasal dari Jawa Tengah, sebagian besar ditempatkan di Kabupaten Ketapang yaitu sebanyak 84 KK, Kabupaten Pontianak 35 KK, dan Kabupaten Kapuas Hulu sebanyak 50 KK.

Secara umum, transmigrasi yang berasal dari luar Provinsi Kalimantan Barat pada tahun 2006 ditempatkan di empat wilayah Kabupaten yaitu berturut turut dari yang terbanyak adalah Kabupaten Ketapang 125 KK, Kabupaten Kapuas Hulu 100 KK, Kabupaten Pontianak 85 KK, dan Kabupaten Bengkayang 50 KK.

 

APLIKASI e-Gov
LPSE Prov. Kalbar
Direktori File Kalbar
Database Kalbar
e-Proc (Lelang Proyek)
SIMKUM
e-Document
Organisasi Prov Kalbar
Simbada Pemprov Kalbar
Mitigasi Bencana
Dokumentasi & Informasi Hukum

INFO PUBLIK

UMP/UMK Kalbar 2014

Pergub Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah

LPSE KALBAR

Transparansi Pengelolaan Anggaran Daerah

Kajian Ekonomi Regional (KER) Kalimantan Barat 2011

Data Trafficking Kalbar

Statistik Kalimantan Barat

LAYANAN PUBLIK

Forum Anak Kalbar

Forum Transparansi Kalbar